I Write a Poem After Watching Introduction Architecture... From this movie i learn that not every first love have a great meaning for people... sometime when u already growing up, u forgetting ur fisrt love... and finally ur first love means nothing...
Ada saatnya dimana kamu harus berhenti
Bahkan saat hatimu menolak
Ada saatnya dimana kamu harus berbalik
Bahkan saat kau sudah melihatnya di depan sana
Ada saatnya untuk berkata "sudahlah"
Walau itu akan membuatmu menangis semalaman
Hanya karena kau tau
Semua sudah terlambat
Cinta pertama...
Kau tau...
Tak selamanya berakhir seperti dongeng...
Sometime first love mean "Nothing"
Untuk Dunia...
Hidup kembali terasa membosankan
Rasanya rutinitas ini begitu monoton untuk dimaklumi
Aku lelah...
Tulang-tulangku mulai ngilu, otot-ototku kram menahan keinginan untuk terurai
Syaraf-syarafku memberontak, darahku mulai patuh pada keengganan
Hidup perlahan berubah menjadi cacian
Sumpah serapah kemudian jadi pelampiasan kepenatan
Umpatan-umpatan kotor kembali mengontaminasi atmosfer
Mereka beterbangan bersama debu, terhirup bersama oksigen
Mengalir dalam vena dan arteri, menggerogoti otak dan medula spinalis
Arrrrgh... aku bosan!
Hei dunia, diamlah! dengarkan aku bicara!
Berhenti memaksaku jadi malaikat, jadi bidadari kecil yang harus selalu sempurna
Kenapa aku harus berjalan kalau aku bisa berlari?
Kenapa aku harus menyembunyikan sayapku, padahal aku ingin terbang?
Kenapa aku harus selalu mengangguk saat hatiku menggeleng?
Kenapa?
Hei dunia, jawab aku!
[10 Oktober 2008 11.20pm]
Wow... such an old poem... baru ketemu lagi... hehe... i guess i'm writing this poem when i'm totally sick and bore of my collage period... now when it's already over, i'm a little embarrased... lol...
But i ind a like my past reaction, so lively... haha... that's how i'm showing off my rebellion... ;p
Note for my Self : Move!!! Do Something...
Aku pemimpi yang payah
Yang hanya bisa duduk diam di pojok sepi
Menatap dinding kosong
Berkhayal kebahagiaan tergambar disana
Aku pemimpi yang payah
Yang merasa dunia ada di balik pelupuk mata
Berharap jika aku bisa melukiskannya dalam kegelapan pikiran
Impian itu akan datang dengan sendirinya
Aku pemimpi yang payah
Yang punya sejuta embrio imajinasi
Tapi tak cukup punya daya untuk melahirkan
Membodohi diri sendiri dengan sugesti
Embrio itu bisa lahir dengan caranya sendiri
Aku pemimpi yang payah
Yang hanya bisa memegang pensil dan melukiskan semua angan-anaganku
Tanpa pernah menyadari
Tinta itu hanya akan memudar suatu hari nanti
150409
Puisi Film LOVE
Tiba-tiba Pengen nulis Puisi ^^
00.58 am baru selesai nonton film perahu kertas *setelah dvd yg ditunggu2 datang ^^* dan tiba-tiba kebiasaan *aneh* lama mengusik, nyenggol-nyenggol, nendang-nendang *apa hayo??* minta dilakuin lagi... yuppi... nulis puisi lagi... ga tau kenapa tiba-tiba aja pengen... pengaruh karena belakangan ini sering nonton n baca buku tentang mimpi kali yee?? hmm... maybe lah...
Nah, ini dia puisinya...
Aku belajar mencintai
Belajar mempersiapkan hati untuk semua kemungkinan
Aku belajar bermimpi
Bermimpi menggantungkan hati di tempat terindah
Aku belajar terbang
Belajar melayangkan pikiranku setinggi-tingginya
Aku tahu, menyerah dan realistis itu bedanya tipis
Lalu kenapa?
Aku tetap akan seperti ini
Tetap mencintai, bermimpi, dan terbang
Walau mungkin kau tak pernah mempercayaiku
(180113 00.57am)
Old Poem Blast...
Jangan pernah sedih
Karena merasa telah begitu banyak cinta yang tidak kita sadari
Jangan pernah sedih
Karena kini kita baru merasakan arti kehilangan
Jangan pernah sedih
Karena perasaan tak sanggup saling melupakan
Maka jangan menangis
Saat waktu memaksa kita berpaling
Dan ingatlah saat-saat terbaik yang pernah kita lalui
Maka kita akan bangga telah saling mengenal
Karena kita hanyalah bagian kecil yang menyelinap
Di sela maha luasnya skenario hidup yang tertulis oleh-Nya
Sekedar untuk memperindah kenangan akan masa lalu
Saat kita sesekali menoleh ke belakang






